Widget Entri Populer

ramadhan

Ramadhan tahun ini akhirnya berlalu, setelah 29 hari lamanya kita dipaksa menahan lapar dan haus atas nama kewajiban yang bernama ibadah pu...

Sabtu, 24 Juni 2017

ramadhan

Ramadhan tahun ini akhirnya berlalu, setelah 29 hari lamanya kita dipaksa menahan lapar dan haus atas nama kewajiban yang bernama ibadah puasa atau lebih jelasnya terdapat dalam rukun Islam yang ke ketiga.
puasa sebagai salah satu perintah Tuhan bukanlah sekedar perintah menahan lapar dan haus saja tapi juga memiliki makna subtansi selain pendekatan terhadap Pencipta karena telah menunaikan ibadah puasa sebagai kewajiban juga sekaligus ibadah yang menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat memperhatikan soal kemanusiaan yaitu dengan menahan lapar dan haus itu kita bisa merasakan penderitaan orang-orang yang tertimpa kelaparan yang entah disebabkan karena kemiskinan akibat tidak mampu memenuhi kebutuhan karena tidak memiliki pekerjaan atau yang disebabkan karena bencana alam ataupun perang seperti yang menimpa kebanyakan negara arab akhir-akhir ini. dengan kata lain perintah puasa yang mewajibkan kita untuk ikut merasakan lapar saudara kita baik yang seiman maupun yang tidak seiman dapat memupuk kepedulian terhadap nasib manusia lain yang tidak lain adalah ciptaan Tuhan juga yang sama seperti kita.
itulah makna penting yang terkandung dari ibadah puasa yang sengaja TUhan perintahkan terhadap ummat Islam.

Minggu, 18 Juni 2017

Futsal & Ego

dimanapun dan siapapun dalam sebuah kompetisi setiap peserta berharap agar bisa jadi yang terbaik dari semua tim yang ikut dalam kompetisi tersebut. kadang bahkan sebagian kita tidak lagi peduli dengan fair play yang menjadi standar aturan untuk menjaga kehormatan setiap tim karena yang terpenting adalah bagaimana jadi yang terbaik dalam kompetisi tersebut. Dalam permainan kita sering menyaksikan diturnamen baik yang kita saksikan dengan kasat mata maupun melalui layar kaca 

Selasa, 13 Juni 2017

Tan Malaka dan Tuhan

Konsep dialektika dalam Post-Madilog berangkat dari pemahaman bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan berpasang-pasangan. ada Tiga jenis hubungan berpasangan yang membangun dialektika ini, yaitu: saling membutuhkan (lakilaki dan perempuan, buruh-majikan, dan lainnya);